Maaf atau ?

Terima kasih telah menyediakan sarana untuk  bisa menyalurkan apa yang saya pikirkan. Sesungguhnya, saya sendiri pun tidak begitu menyadari dan tidak pula begitu mengerti mengapa saya bisa menjadi tidak menyukai anda, kurang menghargai anda dan selalu melihat anda dari sisi yang hitam.

Selama ini saya abaikan semua bisikan hati yang mengatakan bahwa sikap saya terhadap anda anda (banyak orang) itu salah. Saya tahu dan sangat sadar bahwa tidak ada orang yang sempurna. Namun kenapa saya keras kepala ! Tidak mengerti. Saya tidak mau mencoba sedikitpun untuk memahami anda, memahami situasi anda, memahami latar belakang anda. Ah, semuanya hanya egoisme yang saya tampilkan. Saya tahu itu salah, namun saya enggan memperbaikinya di hadapan anda.

Baik, saat ini mungkin hanya bisa merenungi ini semua. Sudah saatnya saya memperlunak hati di kala berhadapan dengan anda anda (banyak orang). Maafkan saya, maafkan juga keegoisan. Yang mungkin semua itu saya sengaja untuk hadirkan di hadapan anda. Sekali lagi maaf. Keegoisan yang hanya membawa keburukan, dan penyesalan. Yang keegoisan itu sendiri pun berhasil menghimpit sebuah keikhlasan. .

Ini sebuah tangisan, yang berwujud. Semoga di kemudian hari tidak akan ada tangisan seperti ini lagi. Yang akan membuat hati tidak tenang, hati tidak ikhlas dan lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s