28. 10. 2012

Sebelumnya, SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA Wahai Putera Puteri Bangsa !

Entah ada bara apa yang membuatku begitu bersemangat di hari ini, terlepas ini adalah hari Minggu dan terlepas dari tugas. Entah mungkin karena hari Sumpah Pemuda yang berdekatan dengan hari Raya Idul Adha atau karena memang sudah ada suatu makna yang bisa kupegang dari sebuah Sumpah Pemuda. Di tempat ini aku mulai dibuat mengerti bahwa memang Indonesia memiliki pemuda pemudi yang tidak biasa. Mereka bergerak, mereka mengarah pada Indonesia yang lebih baik. Pandanganku terbuka, melihat semangat kawan-kawan yang menggebu, tangan yang sering mereka kepalkan ke udara, “Hidup Mahasiswa”, kata-kata yang sering kudengar, “Aku cinta Indonesia”, dan banyak hal lain. Dulu aku berpikir, bahwa pemuda-pemuda kritis, intelek dan pemberani itu hanya ada di jaman dulu, jamannya penjajahan. Karena sama sekali belum aku temukan sebelumnya pemuda-pemudi yang betul-betul bergerak sekecil apapun itu.

Di sini aku melihat ternyata pemuda pemudi kritis dan pemberani itu memang ada. Mereka peduli pada nasib bangsa, peduli pada masa depan dan menghargai masa lalu. Ada banyak mahasiswa yang bisa menjelaskan dengan rinci sejarah bangsa ini hingga dapat merdeka. Namun juga tidak sedikit yang agak memandang remeh tindakan mereka. Aku berdiri di luar lingkaran, tidak menjadi salah satu dari mereka. Sadar semangatku belum sebesar dan langkahku belum senyata mereka, namun aku juga tidak meremehkan. Mereka berkata, “Apasih gunanya? Mereka terlalu panjang angan-angan, sok idealis, membuang-buang waktu dengan kegiatan yang tidak bermanfaat”. Rasanya ingin ku maki orang yang berucap demikian. Jangan permasalahkan apa yang telah pemuda pemudi tersebut lakukan, itu karena mereka peduli pada bangsa ini, yah walau untuk membuat bangsa ini lebih baik sangat banyak yang mesti dibenahi dan waktunya tentu juga tidak instan. Namun mereka telah bergerak, telah memulai dan mereka optimis aka nada perubahan kea rah yang lebih baik. Mereka berkorban, dan itu adalah bukti sebuah Cinta. Aku bangga. Sangat bangga, bisa berada di lingkungan mereka. Semangat dan gerak mereka menjadi semangat bagiku untuk turut bersemangat dan bergerak.

Untuk pertama kalinya aku belajar sejarah pergerakan Indonesia dimana di sana istilah Sumpah Pemuda ku kenal, kelas lima SD. Iya, aku menyukai sejarah karena seakan-akan semua peristiwa yang guru paparkan, dapat tervisualisasikan di papan tulis. Di minta menghapal isi Sumpah Pemuda pun, rasanya Nasionalisme memenuhi pikiran. Masih anak-anak. Beranjak dari sana, beberapa hari yang lalu aku bertanya pada salah seorang teman, “Apa yang kamu ketahui tentang Sumpah Pemuda?”. “Nggak banyak sih. Setahuku Sumpah Pemuda jatuh tanggal 28 tapi lupa bulannya, tahun 1928 kan?”. (Geleng-geleng dalam hati) “28 Oktober 1928 kawan”. “Bukan September ya. Hahaha, maklum, aku tidak memaknai apa itu Sumpah Pemuda, jadi wajar aku melupakannya”. (Oh tidak! Bahaya sekali. Tidak kenal sejarah bangsa, tidak memaknai, atau apalah itu). Sangat kecewa mendengar ada seorang mahasiswa menggapi Sumpah Pemuda demikian. Rasa ingin kupenjarakan. Agak miris memang, tapi juga tidak bisa menyalahkannya 100% karena bisa jadi barangkali cara penyampaian sejarah pada dia yang menjadikannya kurang bermakna, atau hal lain. Tapi apa kata para pejuang Sumpah Pemuda jika mereka menyaksikan percakapan singkat tersebut? Ya memang, tugas kita sesama kita untuk saling mengingatkan.

Di hari peringatan Sumpah Pemuda yang ke-84 tahun ini, kuselipkan harapan untuk pemuda pemudi Indonesia (termasuk diri sendiri). Paham bahwa bangsa ini belum merdeka secara nyata, dan banyak lagi masalah-masalah di negeri ini. Tugas kita, para pemuda pemudi untuk bergerak (dalam bidang masing-masing) menuju Indonesia yang lebih baik. Satu yang sangat ingin ku tekankan, Buktikan kebanggaan pada Bangsa ini, buktikan Cinta pada negeri ini. Walaupun tidak dengan menyumbangkan hartamu untuk membangun sebuah sekolah, tidak dengan membuatkan rumah untuk rakyat yang hidupnya nomaden (karena tidak punya rumah), walaupun tidak dengan hal-hal semacam itu, tapi paling tidak mulai lah hal-hal kecil yang kau mampu. Semisal, menggunakan Bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari (nggak kebarat-baratan), peduli dengan dinamika bangsa (misal baca koran), cinta produk dalam negeri (misal tahu lagu-lagu Indonesia, ini gak, masa tahu tangga lagu mancanegara dan sekaligus punya lagunya sementara kurang peduli sama karya anak negeri sendiri), dan hal-hal sepele lainnya. Bangga pada bangsa sendiri, ya memang harus. Satu lagi yang mungkin kawan-kawan semua sudah tahu, bahwa negeri ini tidak kekurangan orang pintar, negeri ini kaya akan Sumber Daya baik Alam maupun Manusia. Jadi ?! Sebelum bangga dengan negeri orang lain, bangga lah dengan negeri sendiri. Gimana caranya? KENALI NEGERI MU! Teringat satu perkataan narasumber (Agustino Zulys) pada salah satu acara, “Indonesia tak butuh dunia, tapi dunia yang butuh Indonesia. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Kalianlah yang seharusnya mengembargo diri sendiri”.

Maknai, dan resapi SEMANGAT SUMPAH PEMUDA ! Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s