Katakanlah, Aku Ingin Mendengarnya

Acap kali aku melihat sorotan yang tajam di matamu. Ingin membuat kesan susah didekati atau terkesan sebagai pemikir – menurutku. Entahlah, sejak pertama melihat mu ada sesuatu yang lain, sehingga kamu menjadi pusat perhatian bagiku, kala itu. Menyingkir dari keramaian tak jelas, asyik dengan duniamu sendiri, aku melihat itu. Misterius? Barangkali tidak juga, sebab ternyata banyak orang yang kenal atau bahkan sangat tergila-gila padamu. Binggung? Iya aku binggung, kenapa begitu banyak orang yang tergila-gila padamu? Mereka berusaha, walau sederhana ya tetap saja berusaha mencari tahu apapun tentangmu. Menggali sifatmu dari orang-orang yang berada di sekelilingmu, mencari tahu bagaimana masa lalumu. Uh, entahlah aku hanya melihat.

Sekali waktu aku berkesempatan mendengarkan kamu berbicara panjang lebar, mendengarkan opinimu, mendengarkan ilmu yang kamu bagikan (mungkin). Hmm, baiklah aku sedikit gugup dibuatnya. Tidak ingin menjelaskan dan tidak ingin dijelaskan.

Seiring waktu semakin banyak orang yang mengagumimu aku dapati di sekelilingku. Rasanya seperti bersaing. Dalam hal? Aku juga tak tahu. Sebisa mungkin mencoba tidak peduli, namun mereka menodongku, bagaimana bisa tidak peduli?!

Dia, ya dia, bukan aku atau kamu. Selalu hadir menodong ku. Dia juga memperhatikan mu walau tidak seperti mereka yang kebanyakan memang (terlihat) sangat niat mencari tahu tentang mu, mmm barangkali dia sama dengan ku yang hanya sekedar menjadi pengamat. Penting? Tidak juga. Sering kali aku melihat dia gugup saat mendengar nama mu di sebut. Lucu juga melihatnya. Aku tersenyum. Jelas terlihat antusias berbeda jika ada pembicaraan yang sedikit menyinggung tentang mu. Dia tak ungkapkan, atau pun hanya sekedar berkomentar, tapi mata dan gerakan tubuhnya membahasakan banyak hal. Ada apa dengannya? Kadang aku bertanya. Tanya lepas tak terjawab. Beberapa kali juga menyimpulkan sendiri.

Dia berusaha hadir di hidup mu dengan cara yang lain menurutku. Dia berjalan sendiri, menutup rapat antusiasme-nya. Berusaha muncul saat kamu ada. Itu yang ku lihat. Subjektif? Tentu. Menurutku (lagi), sesuatu yang dia simpan untuk mu agak sedikit berat dibandingkan mereka yang (terlihat) menggembar-gemborkan kekagumannya padamu. Aku ingin tahu apa itu. Kepo? Biar saja, hahaha. . 😀 Andai aku dapat mendengar bahasa mata dan gerak tubuhnya dalam bentuk suara. Mungkin indah.

Tapi kadang terpikir, apa kamu tahu ada dia di sekitar mu? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s