Panas

Siang itu matahari tampak bersinar cukup tajam. Panas, panas, sampai ke dalam. Turun dari bikun hendak ke kamar. Yah, bertambah panas. Nafasku sesak, saking panasnya. Setelah melihat pemandangan yang cukup ‘menarik’. Sepasang remaja (Oh bukan. Dewasa? Hmm tidak juga sepertinya, anggap saja di antara keduanya), dari jauh terlihat duduk saling (sangat) berdekatan. Semakin dekat, semakin dekat dengan mereka semakin terlihat jelas apa yang mereka lakukan. Uh! Panas!

Berhubung semestinya menempuh jalur kiri, baik berjalan ke arah kiri dengan tetap mengawasi. Uh, mereka semakin dekat (satu sama lain dan tersenyum). Nyaris. Oh tidak! Mungkinkah tidak seorang pun merasa peduli dengan apa yang mereka lakukan? Atau ya paling tidak merasa risih? Tempat terbuka, gazebo asrama (tembak tupai). Semua meja terisi penuh, ada orang tua, ada satpam di kejauhan. Ada petugas di loket.

Iya, tetap mengawasi. Sekarang keduanya mengarah ke sini, dengan pandangan tidak nyaman, “Kenapa mengawasi?”. Tetap mengawasi. Akhirnya mereka saling menjauh dan beranjak pergi.

Udara mulai sejuk, matahari rasanya bersinar tidak setajam tadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s