Agar Tidak Ada Lagi

“Dengan menjadikan mereka sebagai objek sedekah, dipamerkan oleh yang berpunya maupun pemerintah lewat berbagai programnya. Kita merampas kehormatan dan harga diri orang miskin”

____________

“Harus ada pemikiran ulang mengenai distribusi aset ini. Kunci utama adalah pendidikan. Basisnya kemanusiaan untuk mengangkat mereka dengan segala kekurangan sebagai bagian tugas kebangsaan.
Utang kita kepada rakyat adalah memberantas kemiskinan karena ini fenomena zaman kolonial. Jadi, kalau sudah merdeka masih ada kemiskinan, sadar atau tidak, kita masih meneruskan pola struktur ekonomi kolonial karena negara kita sangat kaya luar biasa.
Tidak mungkin ada negara miskin dengan kekayaan mampu menghasilkan panen dua hingga tiga kali dalam setahun. Sebuah negeri sepanjang tahun disinari matahari. Terdapat begitu bnayak tambang seolah tinggal ambil. Lautan luas begitu banyak ikan bergaris pantai dengan panjang lebih dari 40.000 kilometer yang bisa dioptimalkan melalui budidaya aqua culture, misalnya.
Dengan kondisi negeri sedemikian kaya, mengapa lantas kemiskinan masih ada? Sulit masuk akal. Jadi, kemiskinan ini semua adalah man made poverty. Beberapa teman sempat berkelakar bahwa berbagai sumbangan untuk orang miskin merupakan ‘proyek deodoran’, pewangi ketiak saja, tapi tidak menuntaskan masalah struktural. Kesimpulannya, harus ada koreksi terhadap kebijakan publik yang menyangkut terutama alokasi sumber daya ekonomi, aset-aset itu tadi”

[Rekonstruksi Ekonomi agar Tidak Ada Lagi “Man Made Poverty”, Chairul Tanjung Si Anak Singkong]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s