Aku Tahu

Selang beberapa waktu mengenal ilmu ini. Sekarang didapati jauh selisih antara harapan dengan kenyataan. Banyak sekali harapan sebelum menginjakan pilihan di sini. Entah terlalu muluk, entah ini entah itu.

Putar ulang. Ada harapan untuk bisa mengenal diri sendiri. Kemudian muncul harapan agar bisa memperbaiki diri. Muncul lagi harapan untuk setidaknya bisa membantu lingkungan terdekat. Lalu harapan-harapan itu selaaalu bercabang dan berkembang biak. Itulah pemotivasi untuk bisa menguatkan pilihan di sini. Mereka-mereka itulah penyemangat saat malas, saat lelah, saat rindu dan saat-saat lainnya.

Kini saat saat-saat tersebut acapkali hadir, semakin menjadi, penyemangat tadi malah terlihat semakin kabur. Tidak tahu arah untuk menujunya. Bertanya lagi, mencari lagi, apa landasan berpijak di sini. Terlambat? Bisa jadi. Belum terlambat pun juga bisa jadi. Tidak ada jawaban pun boleh-boleh saja.

Harapan tadi ditanam namun mereka tumbuh dengan kurang baik. Harapan untuk mengenal diri sendiri. Mungkin ini tumbuh beberapa cm, tersendat, perlahan layu karena tidak dirawat dengan hati dan dengan tepat. Pertumbuhan harapan-harapan yang lain bergantung pada pertumbuhan harapan yang satu ini, sebab ia adalah akar. Tidak akan ada batang apalagi ranting jika akarnya saja tidak tumbuh. Ya, aku tahu.

Tapi, sampai saat ini cukup atau bisa dikatakan belum sebanding waktu yang berlalu dengan apa yang didapat. Diajari untuk tidak menilai orang sembarangan, tepat itu yang terlakukan. Diajari untuk jangan membeda-bedakan orang berdasarkan ini itu bla bla, itu yang terlakukan. Diajari untuk bisa berteman dengan siapa saja, itu yang tidak terlakukan. Diajari untuk objektif, itu yang tidak terlakukan. Apa lagi? Ya, aku tahu (tidak usah dilanjutkan).

Ya, aku tahu siapa yang salah. Sejauh ini tidak banyak dari diri yang diperbaiki, malah ada yang semakin buruk. Ilmu yang benar adalah ilmu yang membuat si diri bertambah pengetahuan (tentu), dapat memperbaiki diri, dan dapat mendekatkannya dengan  Si Pemilik Diri. Ya, aku tahu. Ilmu ini tidak salah. Hanya cara si diri ini mengolah ilmu itu yang belum tepat. Ya, aku tahu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s