Hanya Kita

Dunia ini memang terlalu kompleks untuk ditangani sendiri. Itu makanya kita butuh orang lain untuk kemudian menjadi ‘kita’, awak butuh orang lain untuk menjadi ‘awak’. Bukan lagi kami, tapi kita. Hanya saja ‘kita’ bisa ada saat kita satu tujuan, perbaikan, menjadi lebih baik, lebih baik lagi dalam kebaikan untuk kita. Memang pada akhirnya kita akan berjalan sebagai pribadi, berbuat sesuatu apapun yang bisa. Itu makanya orang tua sering berkata, “jika tidak akan membantu, diamlah, jangan merusak”, merusak harmoni yang ‘kita’ buat. Tidak ada salahnya seorang guru hanya berkutat di sekolah dengan murid-muridnya. Karena di sanalah strategisnya seorang guru, bisa men- ‘didik’ muridnya untuk mempunyai bekal menjadi orang. Tidak salah juga jika seorang guru nantinya berkutat di politik. Hanya saja yang perlu diingat berbuat sesuai kapasitas. Ada pribadi yang bisa bergerak dalam beberapa bidang sekaligus, ada juga pribadi yang hanya bisa bergerak di satu bidang. Sangat salah jika ada pribadi yang merasa ia sudah berbuat banyak dan berani-beraninya menilai kecil kontribusi pribadi lain. Jangan berkecil hati karena kita telah optimalkan kapasitas untuk ‘kita’.

images

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s