Kala ‘Samak’

Berdiri di sini

Mata menyelidik, hati mulai berprasangka, pikiran melayang dan telinga rasa mendengar (yang ingin didengar)

Jalan terlihat buntu

Dan mereka seolah menjauh. Hingga sangat jauh

Samak

Bau, marah, menyalahkan, pekak dan buntu

Hingga angin kencang datang

Sekarang dingin

Angin kencang, hingga mata ditutup agar tidak dimasuki kabut

Semakin dipikir semakin berpikir

Pasrah

Lalu berlalu

Buka mata

Semua samak terbawa oleh angin kencang

Dan kini lapang

Tidak hadir dalam wujud manusia, namun yang lain yakni angin

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

[QS: 2: 286]

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s