Tak Usah Berkecil Hati dengan Ketidaksempurnaanmu

Kalimat ini yang acapkali beliau-beliau pesankan. Memang tidak persis sama, namun itu intinya. Kalimat yang sebenarnya sederhana, hanya karena saking sederhananya membuat itu begitu berharga, berkesan. Diberikan pada waktu yang pas, terselip sebuah emosi dan pemaknaan di sana. Timing!

Sedikit banyaknya beliau-beliau tahu siapa dan bagaimana aku. Duduk bersama beliau-beliau membuatku merasa, “Hidup ini nggak ribet kalau nggak diribet-ribetin. Dak ado nan susah do, sadonyo ado jalan kalua. Tak ada yang susah, semuanya ada jalan keluar”. Seberat apapun masalah (menurutku paling tidak) yang kugelar dihadapan beliau-beliau, diurai dan dibahasakan dengan sesederhana sederhananya bahasa, seringan-ringannya langkah. “Ternyata gitu aja ya?”, sepulangnya dari sana. Sungguh beruntung, diperkenalkan dengan beliau-beliau yang kupanggil, “Oom”. Kawan-kawan ayah yang sungguh sangat membantu mengajariku untuk melihat segala sesuatu dengan positif, open minded, dengan sederhana, optimis, dan satu lagi dengan bagarah. Tempat menuntut ilmu, selain surau, sekolah, perpustakaan, dll. Lapau, juga banyak ilmu di tempat ini. Dengan kemasannya sendiri. Saimbangan antaro Surau jo lapau.

Danbo Bakaco

Tak usah berkecil hati dengan ketidaksempurnaanmu. Seseorang yang menyadari bahwa dirinya tidak sempurna, seseorang yang tahu akan kekurangan-kekurangan dirinya adalah orang yang sempurna dengan ketidaksempurnaannya. Karena memang, tidak seorangpun manusia yang sempurna di dunia ini. Dengan itu, ia tahu apa yang mesti diperbaiki dari diri. Hanya saja, jangan hendaknya kesadaran akan ketidaksempurnaan itu membuat menjadi rendah diri. Membuat berat kaki melangkah, menjadikan pandangan selalu menekur ketika berjalan, membuat malas untuk bergerak karena merasa saking banyaknya yang kurang hingga binggung harus menambal yang mana dulu. Dan jangan terlalu banyak berpikir, lakukan dan perbaiki. Perbaiki sambil jalan. Dan lagi, jangan terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain. Membandingkan ketidaksempurnaan diri dengan (yang kita anggap) kesempurnaan orang lain, karena jelas itu bukan hal yang sebanding. Masing-masing kita unik dengan caranya masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s