Jangan Merasa Bersalah

Aku mencintai kalian! Tidak ingin salah satu dari kalian tersakiti, saling menyakiti apalagi terluka karenaku. Walau baru seumur jagung, namun bagiku mencintai kalian telah mengajariku banyak hal dalam hidup, terkadang menjadi sebuah kekuatan untuk tetap ‘hidup’. Adakah kalian tahu bahwa aku adalah seorang manusia kecil yang punya perasaan, mata telinga, bibir, pikiran dan dunia sendiri sebagaimana kalian? Memang aku belum dewasa, bahkan memilih satu dari kalian saja bagai kiamat untuk duniaku. Ya, takut, marah, sedih apapun itu ternyata aku tetap harus memilih. Jujur saja, kepalaku rasanya tak muat untuk menampung kekhawatiranku. Akalku rasanya terlalu pendek untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan kemudian hari. Jangankan merancang masa depan, membayangkan bagaimana aku dan kalian esok hari saja aku tak berani. Aku takut ayah, ibu. . .

Tapi ternyata hidup terus berjalan. Aku tumbuh dengan sangat berbeda dari aku yang sebelumnya. Menangis tanpa alasan, enggan pulang ke rumah, iri melihat rumah teman-teman, terlalu rapat menutup diri, risih ditanya-tanya, meng-akali cara agar masing-masing kalian kembali berdamai satu sama lain, sering berpikir (orang-orang melihatku melamun) dan banyak lagi. Demikianlah sedikit gambaran bagaimana aku tumbuh.

Namun dalam usaha menata kembali duniaku yang sedang kacau, kalian malah membuat hatiku kian patah. Dalam waktu yang cukup lama, raja dan ratuku menempatkanku pada posisi sampah! “Kau tahu ananda? Raja itu sebenarnya adalah seorang @!?^*#!*”. Di kali yang lain, “Kau tahu ananda? Raja itu sebenarnya dulu adalah orang yang !#*^@#?!”. Di lain waktu lagi, “Kau tahu ananda, ratumu itu adalah orang yang !@#$^*!@?”. Ya, dengan itu duniaku semakin kacau.

Hingga saat sekarang, dimana aku telah mencapai periode tertentu dalam pertumbuhanku, aku ingin menyampaikan sesuatu pada kalian, ayah dan ibu. . . Aku sakit, namun aku selalu berusaha untuk sembuh. Walau tah tahu usaha ini akan berhasil kapan. Namun aku juga butuh kalian dalam usaha itu. Paling tidak dengan melihat kalian rukun saja itu sudah membuat pikiranku sejuk. Hanya satu yang perlu kupastikan pada kalian raja dan ratuku, aku mencintai kalian bagaimanapun itu, dengan kekurangan dan kelebihannya. Sekurang-kurang apapun tetap tidak ada raja atau ratu lain yang bisa menggantikannya. Yang sudah lalu jika menyakitkan tak usah diingat lagi rasanya. Hanya aku bersyukur bisa merasakan sakit, hingga berkali-kali lebih menghargai sehat.

Agaknya selama ini kepalaku kian membesar dan akalku kian memanjang. Hatiku lapang saat ingat dan yakin bahwa “Dia tahu yang terbaik untukmu jauh melebihi dirimu sendiri”. Hanya saja aku berharap walau aku tak berani membayangkan akan sampai di sana. Jika memang ada masanya bagiku untuk tinggal di istana kecil, jangan ada si aku yang sakit lainnya. Sebab aku tahu sangat tidak nyaman menjadi si aku yang sakit. Sekali lagi, aku tidak menyalahkan kalian atas sakitku dan jangan merasa bersalah.

Advertisements

2 thoughts on “Jangan Merasa Bersalah

  1. Uuuuun, i saw you as very strong girl, although you have big “challenge “. But you always inspire me.
    Kita semua sama, sama2 punya challenge yg harus kita taklukkan, meski tak serupa.

    Setidaknya lihat, betapa Allah membuatmu jauh lebih kuat dan mandiri seperti sekarang. Allah sedang mendidik dan mencintai kita dengan cara yg lebih.

    Yang kuat yaa Uun, kalau mau cerita with my pleasure, siap banget buat dengerin (((kalau mau))) hahaha

    Semangat menjaga dan merawat hati untuk selalu basah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s