Untukmu, Wahai Putri Kecilku

Wahai putri kecilku, jika seandainya bernasihat itu boleh ditinggalkan supaya orang bisa berbuat baik, tentu aku tidak lakukan (bernasihat itu). Tapi wasiat dan nasihat itu merupakan peringatan bagi orang yang lalai dan bantuan bagi orang yang cerdas untuk bisa merenung. Jika seandainya wanita bisa tidak membutuhkan suami karena cukup dengan orang tuanya saja dia hidup padahal dia butuh pernikahan, maka akulah yang pertama akan melakukannya dibanding engkau, anakku. Namun, wanita tercipta untuk pria dan untuk wanita pulalah pria diciptakan. Wahai putri kecilku, sesungguhnya engkau akan berpisah dari rumah tempat engkau lahir serta tumbuh dan akan pindah ke rumah lain. Dan akan engkau tinggalkan seperti burung meninggalkan sarangnya. Engkau akan pergi bersama seorang pria yang belum engkau kenal hakikat sebenarnya dan engkau akan berteman dengan kawan yang belum engkau akrabi. Jadilah engkau bagai bumi untuknya dan dia akan menjadi langit untukmu. Jadilah engkau bagaikan hamparan hingga ia bagaikan tongkat untuk menguatkanmu. Jadilah engkau seperti ibu baginya hingga dia akan menjadi abdi bagimu.

Peliharalah 10 macam ini, niscaya engkau akan mendapati kebahagiaan:

  1. Khusyuklah padanya dengan qanaah (ridha atas pemberian Allah).

Terimalah apa adanya dia dan jangan menuntut yang tak ada padanya.

  1. Taat dan patuhlah dengan sebaik-baiknya.

Jangan patuh karena terpaksa.

  1. Awasi dimana matanya akan tertuju padamu dan
  2. Dimana hidungnya akan menciummu (tampil cantik dan bersih).

Jangan sampai terlihat padamu apa yang tak ia senangi.

  1. Hendaklah menjaga waktu tidur dan
  2. Makannya

Karena lapar itu menggelora dan membuat orang gelisah. Dan terganggunya tidur membuat orang mudah marah.

  1. Jangan engkau durhakai perintahnya.
  2. Jangan engkau sebarkan rahasianya.

Jika engkau buat dadanya bergejolak, bila engkau sebarkan rahasianya, engkau tidak akan aman dari pengkhianatannya.

  1. Engkau jagalah hartanya.
  2. Senantiasa memperhatikan keluarga serta orang-orang yang dekat dengannya.

Aku peringatkan pada engkau agar jangan berbesar hati saat ia sedang susah dan sebaliknya. Jadilah engkau bagai orang yang bisa mengagungkannya. Jika itu bisa dilakukan, ia akan sangat memuliakanmu. Jadilah orang yang bisa sepakat dengannya, maka ia akan sangat harap untuk kamu temani. Dan ketahuilah wahai putriku, engkau tak akan sampai pada semua itu yang engkau senangi (darinya) sebelum engkau mendahulukan yang ia senangi, ridhanya dibanding ridhamu. Begitu juga dengan kesenangannya dibanding kesenanganmu. Suka atau tidak suka, cobalah begitu maka engkau akan mendapat yang engkau senangi.

 

[Nasihat Asma binti Kharijah (istri Auf bin Asy Syaibani) pada putrinya setelah akad sebelum baralek]

Untuk seorang ibu dan seorang putri, kita bisa belajar dari nasihat di atas. Bekal apa yang seorang ibu harus berikan pada putrinya dan bagaimana si putri membekali diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s