Jikalau Tidak Semua Orang, Bisa Saja Kamu

Memalingkan wajah bisa jadi itu caramu menghindari ketidaknyamanan. Tapi bagaimana jika sesering kamu berpaling, sesering itu pula dia menghampiri. Masih bisakah berpaling? Semakin tidak nyaman? Ingin lari? Apalagi? Namun kamu tahu untuk menghampiri setelah kamu memalingkan wajah, itu butuh kelapangan dada dan keberanian. Dia membalas ketakutan dan kedangkalan sikapmu dengan kelapangan dada dan keberanian. Sesering kamu, sesering itu juga dia. Terlepas dari apa yang ada di dalam (hati), sikapnya yang demikian perlahan membuat pudar ketakutan dan sikap yang dangkal. Dia menjadi salah satu orang yang bisa membuatmu merenggangkan pintu. “Orang ini istimewa”, pikirmu. Ada orang yang bisa membuatmu perlahan terbuka dan santai setelah sebelumnya selalu menghindari, memalingkan wajah darinya, bagimu itu adalah sesuatu yang istimewa. Entahlah baginya. Akan ‘menjaga’nya dengan caramu, membuatnya merasa istimewa dengan caramu, menyamankannya dengan caramu.

Jikalau hati kuibaratkan sebagai pintu sebuah rumah, maka seseorang adalah pemilik rumah. Tiap-tiap pemilik rumah mungkin akan berbeda hal-hal yang bisa membuatnya membuka pintu. Akan berbeda pula waktu yang ia butuhkan untuk membuka pintu dan caranya membuka pintu.

Kamu tahu setiap orang berbeda, begitu juga denganmu (kan?). Tidak semua orang bisa dan ingin diklasifikasi ke sana dan sini, sebagaimana juga kamu. Tidak semua orang bisa melihatmu utuh saat pertama kali bertemu, demikian juga kamu. Tidak semua orang bisa mendekatimu, menemanimu, menjagamu, menghormatimu, sebagaimana kamu tidak bisa demikian pada semua orang. Tidak semua orang bisa menerjemahkan kebaikanmu sebagai kebaikan, sebagaimana juga kamu. Namun tentu di antara semua orang itu ada yang bisa menerjemahkan kebaikanmu sebagai kebaikan, ketakutanmu sebagai sesuatu yang perlu dikuatkan, kedangkalan sikap dan keenggananmu sebagai sesuatu yang perlu digali, keras kepalamu sebagai sesuatu yang dapat dilunakkan dengan sabar, demikian juga kamu (bukan?). Untukmu, di antara semua orang, tidak semua orang bisa namun ada orang yang bisa. Dan untuknya, di antara semua orang, tidak semua orang bisa namun ada orang yang bisa. Bisa saja kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s