Kuatkan Dengan Doa

Dia menatapku dengan mata prihatin, aku tidak suka tapi terima kasih. Dia berkata-kata seakan aku ini anak hilang, aku tidak suka tapi terima kasih (lagi). Dia bertanya-tanya seakan aku manusia paling malang di dunia, aku tidak suka tapi terima kasih (banyak). Dia peduli, aku tahu. Dia khawatir, akupun tahu. Dia ingin aku seperti yang lain, aku tahu.

Sabab seringnya dia, dia dan dia menatap, berkata-kata, bertanya-tanya, rasanya aku juga ingin dia tahu bahwa aku juga ingin demikian (awalnya). Tapi memilih yang seperti ini, adalah keputusanku. Aku tahu aku goyang berjalan di sini dan ingin dia tahu aku amat berterima kasih atas kekhawatirannya, kepeduliannya tapi aku baik-baik saja. I’m fine, thank you 🙂  Selipkan jugalah dalam kekhawatiran itu persetujuan, dukungan dan doamu untukku. Aku butuh itu.

Terpenjara bukanlah kata baik menurutku, namun dia mengatakan aku demikian. Aku hanya bisa apa selain memberinya senyum? Jikalau ini tetap dia katakan terpenjara, aku ingin dia tahu ini adalah terpenjara yang sangat kubutuhkan. Aku syukuri itu. Butuh waktu memahami Dia memberi yang kubutuhkan, aku memang lamban ya. Dalam keadaan yang dia bilang terpenjara ini aku bisa mengenal lebih diriku, orang-orang dan hal-hal yang harusnya sudah kukenal jauh-jauh hari. Memang terkadang pikiranku berbolak balik juga untuk itu kuatkan aku dengan doa. Terima kasih (lagi).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s