Tak Hanya Ingin Disukai

Menyedihkan jika orang seperti ini terlalu banyak. Akan banyak ketidakteraturan dan mungkin orang yang banyak itu akan merubah kata ‘munafik’ menjadi kata biasa yang tak lagi menjijikkan. Orang ini yang diriku barangkali juga termasuk di dalamnya, semoga bisa keluar secepatnya. Orang ini seperti apa? Orang ini adalah orang yang hanya ingin disukai. Sementara dunia tahu kerja yang paling melelahkan adalah itu. Membuat dirimu disukai semua orang.

Saat berada di lingkungan A yang kontra terhadap sesuatu, si Angku bersikap ikut kontra. Dua hari kemudian si Angku minum kopi di lapau lingkungan B yang pro terhadap sesuatu itu, dia bersikap pro pula. Beberapa hari berikutnya si Angku bertemu si Sutan yang berusia 12 tahun lebih muda darinya. Mereka menghota lamak di teras si Sutan. Nyerempet-nyerempet tentang sesuatu ini, karena isunya sedang hangat. “Waden masalah nan ciek ko iyo dak setuju den do lah. Hantah baa lo bisa urang ka bla bla”. (Saya tak bisa setuju dengan isu yang satu ini. Entah bagaimana mereka bisa bla bla bla). Si Sutan yang beberapa hari lalu turut mangkopi di lapau lingkungan B dan mendengarkan si Angku yang menyatakan sikap pro dengan sesuatu tersebut mendebat dalam suara tertahan, “Lah bangkik lo panyakik si Angku mah a. Ka dikanaan ka inyo, sagan lo wak. Anyo dak sia-sia nan lo di sesuatu ko do. Hanok me lah wak”. (Yah, penyakit si Angku kumat lagi. Mau diingatkan, segan. Dia bukan siapa-siapa pula dalam isu ini. Kita diam sajalah).

Cuplikan perangai si Angku dan si Sutan itu hanya secuil contoh dari yang menyedihkan tadi. Di keseharian bisa saja di lingkungan kerja, pertemanan, rumah atau lingkup keluarga besar, ada orang-orang seperti si Angku. Berpasangan dengan itu, ada orang-orang seperti si Sutan yang bersikap, “Dak dangaan na kalau Angku nan ngecek do”. Ada juga orang-orang yang akan mendebat si Angku, ada juga orang-orang yang akan percaya pada si Angku karena mungkin tidak membuka diri dan tidak bertukar kabar dengan pihak lain. Ya, banyak alasan untuk setiap sikap. Boleh itu dipengaruhi kedudukan, pengaruh, usia dan lain sebagainya. Orang-orang seperti si Angku ini yang selalu ingin disukai, (besar kemungkinan) tidak memegang kuat prinsipnya. Disukai adalah salah satu kepentingannya bersikap demikian, tapi itu terlalu sederhana yang mungkin hanya lapisan kulit ari. Bisa jadi di balik kepentingan itu masih ada kepentingan-kepentingan lain. Orang seperti ini, sungguh tidaklah keren. Orang keren itu adalah orang yang tidak hanya ingin disukai sementara ia berjalan dengan prinsip di genggamannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s