Tetaplah Menjadi Kenangan Sesuai Porsinya

Bagaimana bisa aku melupakan sementara aku tahu, aku tak mau kau hilang. Barangkali itulah yang menjadi sumber penyakit tak terdeteksi selama ini. Selalu ingin mengenangmu. Ada yang berbeda di setiap waktu ku mengenang. Untuk saat ini aku bisa melihat caraku mengenangmu sebagai sesuatu yang harus kusyukuri. Bersyukur telah dipertemukan dengan orang sepertimu. Bersyukur mengetahui bahwa orang sepertimu memang benar-benar ada. Bersyukur karena telah bisa melihatmu nyata, bukan sebagai seorang yang benar-benar asing, walaupun masih asing.

image

Terima kasih telah menyapa, berbicara, melihat dan menatap. Terima kasih telah perbolehkanku mendengar, izinkanku melihat dalam mata(mu). Sekarang mungkin aku akan lebih damai dengan cara pandang seperti ini. Sedikit demi sedikit kau rela ku lepas agar bisa membayangi siapapun dan kapanpun. Benar, aku masih tak ingin melupakan, tapi juga takkan memaksa untuk selalu mengenangmu.

Jika kau akan hilang, maka hilanglah dengan tidak menyakitkan. Jika kau akan terlupakan, maka lupalah tanpa aku harus melupakan. Tetaplah menjadi kenangan, sesuai porsinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s