Yang Sulit Itu

Assalamu’alaikum. How are you? Hope you are awesome! Wanna tell (share) something to you. Its personal but never mind. 

Dulu aku termasuk orang yang tidak bisa sama sekali sarapan walaupun hanya segelas air putih, terlebih makanan berat. Memangnya apa yang terjadi jikalau sarapan? Lebih tepatnya dipaksa? Berakhir dengan berlama-lama di toilet. 

Lalu saat SMA aku belajar untuk sarapan walau hanya segelas teh hangat. Bisakah itu disebut sarapan? And then what? Seperti yang lalu, berakhir si toilet but it was makes me happy. Sampai akhirnya aku mencoba kopi dan fallin love with. Until now, all of them. Aroma, warna serbuknya, pusaran air saat mengaduknya, sensasi saat menyeruputnya dan lain dan lain. 
Aku tahu cintaku pada kopi keterlaluan dan akupun tahu suatu saat harus berhenti. “But not now, not now”, sesuatu berbisik. Bukannya aku tak tahu dampak dari cinta keterlaluan ini. Magh? Yep. Panas dalam? Yep. Ketagihan? Yep. Deg-degan? Yep kadang. Aku tahu, aku percaya tapi tak kunjung meyakini. Sampai beberapa waktu lalu aku bertemu seorang yang sudah kuanggap orang tua sendiri. “Sia yang maagiah wak kopi ko?” (I am) “Wak dak minum kopi, pi dak baa do”. Saat itu hanya tak habis pikir kenapa beliau tidak minum kopi? Jujur baru sekali itu aku bertemu orang yang tak minum kopi, at least beliau adalah laki-laki. Tak lama kemudian aku ditegur oleh seorang ibu dokter. “Minum kopi?”. “Yo Buk”. “Jan minum kopi jo lai dak. Wak mudo baru”. “Parah bana Buk?”. (I mean my heartbeat. Are you kidding me? She is a doctor and tell me to stop. What exactly? I am scared!). “Dak lo do. Pi baranti minum kopi labiah ancak”. 
Sampai dua hari yang lalu aku merasa, mungkin ini saatnya (Oh drama queen!). What you say? Sulit bukan untuk berhenti atau katakanlah menjauh dari sesuatu yang dicintai dengan luar biasa? Teringat saat berhenti mencintai mie instan. Sulit di awal pasti, tapi sukses and I proud of. Tapi, berhenti mencintai bukan berarti membenci ya. Memang benar ya kata orang-orang tua, “Yang sulit itu membiasakan sesuatu yang tak biasa dan menidakbiasakan yang biasa. Wisely to choose your (gonna be) habbit. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s