M A A F

“Yang penting wak lah minta maaf”.

Kalimat ini rasanya kurang tepat ya, menurutku. Seakan-akan selesai kewajibannya hanya dengan minta maaf. Pun terkesan salah si yang dimintai maaflah jika tak memaafkan.

Hmm, manusia bukanlah Maha Pemaaf yang selalu dengan murah hatinya memaafkan disertai lagi dengan berbuat baik. Bukan, manusia tidak demikian. Ada mungkin beberapa, para manusia pilihan dan orang-orang tertentu.

“Urang ko mamaafkan kok kabuik nan lakek di bajunyo. Tapi koklah ditungkai, kanai lacah, tabanek lo lai, jarang nan salasai dek maaf se”.

“Dak talok maangkek muko urang dek awak, tu kalamak wak se ngecek “nan jaleh den lah minta maaf””.

Memanglah yang utama bagi yang dizalimi (dg sengaja) memaafkan, terlepas dari diminta atau tidak. Namun janganlah pula yang bersalah menganggap enteng (akibat) perbuatannya (jika memang tak enteng). “Yang penting lah minta maaf”. Ulang-ulangi dan sertai dengan berbuat baik hingga pintu itu terbuka lagi.

Yeay! BraMex : 2 0 #WorldCup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s