Refleksi #1

Berkali-kali ku ingin melewati namun tak kunjung terlewati. Kebingungan atas entah apa yang jelas hanya tak bisa melewati. Berkali-kali, hal itu pula yang membuatku memagar hati, memagar pikiran. “Aku baik-baik saja dan itu biasa”, mantraku.

Sekali dua kali, ku dudukan dia, tak bisa tidak. Hati, pikiran dan apa adanya aku. Ku dudukan mereka lalu kami berefleksi berdiskusi. Tak putus sekali dua kali sebab tetap ada dari kami yang berkeras dengan kalimat, “baik-baik saja”. Berkali-kali. Melewati senja-senja mempesona, bintang-bintang di langit-langit malam, menghabiskan berliter-liter air mineral, bercangkir-cangkir kopi. Berakhir pada satu kalimat yang sebenarnya dekat namun jauh, self acceptance dan insecure. Dua hal yang tak bisa bertolak belakang.

Bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s