Mencintai Seumur Hidup

Cerah MasyaaAllah

Pagi tadi diperlihatkan pemandangan yang cukuplah untuk membuatku senyum-senyum sendiri. Di salah satu tempat sarapan pagi pinggir jalan ada sepasang kakek nenek sedang makan bubur ayam. Kebetulan karena jalan di sana macet, jadi bisa melihat lebih lama. Sebenarnya biasa saja jika ada yang sarapan di tempat sarapan pagi. Senyum malu-malu si nenek yang menarik hati. Mereka duduk berhadapan. Si kakek terlihat menggoda si nenek yang makannya belepotan. Si kakek tertawa-tawa sesambil nenek mengambil tisu dan melap-lap sekitar bibirnya. “Udah?”, seakan itu yang ditanyakan. Dibalas kakek dengan menunjuk-nunjuk pipi nenek. Tanpa sadar aku senyum-senyum juga. Tapi eh tapi tak hanya aku yang memperhatikan mereka, abang-abang yang jualanpun juga ikut senyum-senyum. Ya Allah.

Baru tadi malam selesai nonton drama Korea My Unfamiliar Family, yang direkomendasikan seorang teman. Tak ada di satu episodepun yang aku tidak menangis. Ada 16 episode dan 16 sesi menangis. Wkwkwk, jadi butuh 3 hari nonton. Awalnya kusangka tentang orang yang lupa ingatan lalu kembali ke keluarganya ya dengan begitu keluarganya jadi unfamiliar kan. Tapi tidak. Berkisah tentang kehidupan keluarga yang sangat realistis secara makna ya. Walaupun memang mungkin dramatisasi diperlukan, tapi secara makna dan pesan sungguh ini sangat realistis. Banyak hal yang kudapati diantaranya:
# Terkadang kita tak mengenal baik anggota keluarga kita. Karena mengira sudah setiap hari bertemu atau kenal dari lahir ya berarti sudah kenal dan pasti kenal. BIG NO!
# Kesalahpahaman yang didiamkan akan menyebabkan banyak kerusakan seperti dalam hal kepercayaan, menjadi prasangka selalu, dan bisa saja berlangsung seumur hidup. Bagaimanalah rasanya jika kita memperlakukan orang yang disayang dengan buruk seumur hidup hanya karena sebuah kesalahpahaman.
# Mencintai itu perlu usaha pun seumur hidup.
# Butuh untuk kita saling bercerita agar dengan itu kita bisa saling mengenal. Terkhusus keluarga.
# Arti sebuah keluargamu seperti apa.
# Siapapun dalam keluarga apapun perannya entah ayah, ibu atau anak-anak, mereka adalah manusia yang punya sejarah hidup, punya rasa, punya ketakutan, keinginan sebagaimana kita.
Banyak hal lain barangkali jika dianalisis mendalam, namun cukup sekian. Jika ingin tontonlah.

Salah Satu Scene di Episode 6

Melihat adengan pagi ini pun ditambah drama diatas, semakin aku hormat pada kata “rumah tangga dan keluarga”. Semakin ku haru dengan parenting dan semakin ku takjub pada Sang Maha Romantis.

Bagi yang membaca, semoga Allah karuniakan ‘afiyat dimanapun berada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s