Coba Perjuangkan

Telah lama dirasakannya perasaan itu menggebu untuk secepatnya jujur disampaikan pada alamatnya. Banyak pertimbangan, terlalu banyak pertimbangan. Hingga semakin dipikir-pikir keberanian yang 98% tersisa 21%. Entah apa, banyak saja. Himpit menghimpit. Namun selalu ada harapan dan selalu mengharapkan. Menyebut-nyebut namanya dalam privasi rahasia, berharap ia selalu dijaga. Salahkah jika terus mengamati dari jauh? Memantau-mantau. Pernahkah dengar lagu Can’t Keep on Loving You nya Elliot Yamin? Jika belum, coba dengarkan liriknya barang sekali, cukup jelas menggambarkan keadaannya.

Apakah jadinya antara dua orang ini? Sama penimbang berat, hingga terkesan percuma saja semua alasan kebaikan-kebaikan yang ditemukan selama ini. Bersisa hanya sedikit, cukup untuk menggantungkan saja agar tak jatuh.

Terlepas dari menjadi dan tidak, mengenal diri sendiri adalah yang utama. Bagaimana akan mengenal orang lain jika diri sendiri saja tak terteropongi.

Bukankah jika bertekad, akan memulai melangkah? Bukankah jika benar-benar telah bertekad apapun akan dihadapi? Dia akan diperjuangkan dulu. Lain hal nanti jika bukan “kita” yang digariskan. Namun setidaknya ada cara tuk mendapat jawab. Tak terus timbang menimbang dan sibuk menimbang. Hingga akhirnya menyesal kenapa tidak mencoba. Hingga akhirnya mendongkol jika ini dan itu. Harus dicoba perjuangkan dulu, agar kamu tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s